Headlines News :
Home » , » Gunung Pelangi Salah Satu Bukti Ayat Mutashabihat

Gunung Pelangi Salah Satu Bukti Ayat Mutashabihat

Menyikap dan Mengenal  Ayat-ayat Mutashabihat


Ada yang bertanya "ramalan masa depan".

Terdapat berita yang jadi viral minggu lalu, yaitu ‘self fulfilling propechy’ – atau disebut “Para Peramal Masa Depan” dilansir Kompas.

Kita, termasuk juga para ilmuwan, awalnya tidak tahu bahwa akan terjadi Kiamat (The End Of The Day), Kebangkitan (Resurrection), atau kehidupan Kedua di Akhirat nanti. Kita juga tidak tahu (Muslim) bahwa yang namanya “SURGA (Jannah)” ada dua pasang – baik diperuntukkan untuk makhluk cerdas golongan al Jinn (The Hidden Creature) maupun al Ins (Human).
Tidak tahu dan mungkin tidak percaya.
Kita juga mungkin tidak percaya, bagaimana mungkin orang yang sudah mati, jazadnya sudah bercampur dengan Bumi – bisa hidup lagi seperti semula. Tetapi ternyata, BERITA LANGIT menjelaskan – “ Bahkan tulang belulangnyapun akan disusun kembali, sehingga sidik jarinyapun tidak akan tertukar” ! (Qs, 75:3-4).
Itu bukan ramalan!

Kita tahu karena terulis di Kitab Suci masing-masing agama. Di Islam karena ada wahyu melalui Nabi, dan kemudian dicatat dalam Kitab Mulia, dibukukan. Dibaca, dipahami, dipraktekan dan dipelajari.
Kita juga tidak tahu bahwa, misalnya, di Bumi ini ada GUNUNG PELANGI yang diberitakan sejak 1400 tahun yang lalu. Gunung warna-warni, mana mungkin, mana bisa ?
Ini kata THE HUFFINGTON POST

“Yes, we had a hard time believing that this insane mountain formation was actually real, because we haven’t fallen down the rabbit hole. But, believe it or not, this technicolor range actually exists.”
Ini yang tercatat di Kitab Mulia, penggalan ayat 1400 tahun yang lalu.
“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit ............dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” (Qs, 35:27).

Tetapi ternyata memang ada, yaitu di China – wilayah Zhangye Danxia Landform Geological Park, seluas 510 km persegi..
Kita juga tidak tahu bahwa ada dua air laut yang tidak mungkin bersatu karena perbedaan tekanan dan salinitas, atau ada mutiara yang diproduksi bukan di laut tetapi di sungai, misalnya di Amerika Selatan.
Kita juga tidak tahu – awalnya - bahwa ada ‘benda langit’ diruang angkasa yang meledak dan membentuk seperti ‘bunga mawar merah berkilat’ – namun sekarang fenomena tersebut tergolong biasa – itulah supernovae.
Ah, banyak lagi.
Kita juga tahu suatu saat Matahari akan padam (At Takwir), Bulan kehilangan cahayanya, Bulan akan mendekati Matahari, Bumi TERBONGKAR dan GUNDUL, isi Bumi dihambur-hamburkan, Gunung-gunung melayang diangkasa dan beradu. Manusia bagaikan anai-anai di angkasa – karena tiba-tiba lapisan atmosfir hilang. Air laut meluap dan TIDAK KEMBALI LAGI.

Ya – itu – bukan meramal masa depan – tapi tertulis dalam Kitab Wahyu.
Hanya bermanfaat bagi orang beragama, yang meyakini Kitabnya, dan bukan Agnostik atau Ateis.
Kita bukan peramal masa depan – karena kita tidak tahu apa-apa, andaikan tidak diberi tahu oleh Pencipta Jagad Raya melalui para Nabi dan Kitabnya – dan akhirnya ilmu pengetahuan manusia membenarkannya.

Ayat-ayat Mutasyabihat : ayat yang belum jelas maknanya sedang kebalikannya adalah ayat-ayat muhkamat yakni yang sudah jelas maknanya. Jadi kesimpulannya seperti ayat  Qs, 35:27 diatas dapat ditafsirkan merupakan ayat mutasyabihat, sesuai firman Allah: ...tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (Q.S. Al Imran : 7)



Diambil dari tulisan Arifin Mufti : https://www.facebook.com/amuftie/posts/10207137836398065


Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Choose Your Own Language

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © Pebruari 2017 - FRIDA ACEDA - All Rights Reserved
Design by Utak-Atik Mediatama Sumedang